ANALISIS LAGU "PILU" DALAM SEMIOTIKA

 Nama: Anjas Adi Prasetia

Kelas: R4B

NPM: 202246500138


Analisis Lagu "Pilu" Dalam teori semiotika


ABSTRAK

Moccatune adalah yang pertama di Indonesia dalam memproduksi konten Storytelling Music Video dengan ilustrasi bergaya komik. Kontennya berbentuk video musik berseri dan memiliki cerita yang bersambung satu sama lain. Seluruh cerita, karakter, lokasi yang muncul didalamnya merupakan bagian dari konsep original Moccatune yang disebut sebagai Moccatune Universe.

PENDAHULUAN

Lagu "Pilu" Dibawakan oleh Moccatune dan rilis pada 23 Juli 2023. Seperti lagu moccatune yang lain lagu ini menggambarkan kisah cinta namun pada lagu "pilu" Kisah cinta ini harus berakhir dengan perpisahan, walaupun telah menghabiskan banyak waktu bersama satu sama lain.

Melalui single "pilu" Moccatune menghadirkan lagu dengan aransemen indie rock untuk mengajak moccatuners untuk kembali bernostalgia dengan era musik pada tahun 2000-an. Genre indie rock dipilih untuk menghadirkan suasana 2000-an awal yang bisa menggambarkan kisah cinta remaja pada era tersebut. 


APA ITU SEMIOTIKA? 

 Apabila dibahas secara etimologis, kata “semiotik” ini berasal dari Bahasa Yunani, yakni “simeon” yang berarti tanda. Sementara itu, kata “semiotika” juga dapat merupakan penurunan kata Bahasa Inggris, yakni “semiotics”. Nama lain dari semiotika adalah semiology. Kemudian, apabila dikaji secara terminologis, semiotika dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tanda. Tanda itu sendiri dianggap sebagai suatu dasar konvensi sosial dan memiliki sesuatu (makna) tertentu.

Semiotika menurut para ahli:

Menurut Ferdinad de Saussure, semiotika adalah kajian yang membahas tentang tanda dalam kehidupan sosial dan hukum yang mengaturnya.

Menurut Charles Sanders Pierce, tanda dalam semiotika akan selalu berkaitan dengan logika, terutama logika manusia unutk menalar adanya tanda – tanda yang muncul di sekitarnya.

Menurut Ronald Barthes, semiotika adalah ilmu yang digunakan untuk memaknai suatu tanda, yang mana Bahasa juga merupakan susunan atas tanda-tanda yang memiliki pesan tertentu dari masyrakat.


ANALISIS

Analisis semiotika pada lagu "pilu" Pada kali ini akan menggunakan teori dari Ronald Barthes yaitu dengan mencari konotasi, denotasi serta mitos. 

Berikut lirik lagu "pilu" :


Tak pernah terbayangkan kita


Yang pernah bersama


'Kan berujung pisah (berujung pisah)


Tak mungkin menyiapkan hati


Saat datangnya hari


Kamu pergi dan tak kembali (tak kembali)


Mencoba untuk berlabuh relakan tubuh


Yang telah mengayuh, kian menjauh


Mungkinkah, untuk relakan


Semua kenangan, semua harapan


Tinggal tangisan


Ku nyanyikan sebuah lagu


Saat aku kehilanganmu


Coba 'tuk iringi kepergianmu (kepergianmu)


Agar engkau tahu bahwa rasaku, hatiku


Semua kisah yang kutulis bersamamu (ah)


Kini berakhir pilu


Inginku percayai semua


Seolah tak ada


Hari tanpa dirinya (hari tanpa dirinya)


Oh, mungkinkah, ku melawan waktu


Singgah di masa lalu


Dimana kita 'kan selamanya satu


Ku nyanyikan sebuah lagu


Saat aku kehilanganmu


Coba 'tuk iringi kepergianmu (kepergianmu)


Agar engkau tahu bahwa rasaku, hatiku


Semua kisah yang kutulis bersamamu


Ah, kini berakhir pilu


Ku tuliskan sebuah lagu


Saat ku sadari perasaanku


Yang tak sampai (tak sampai)


Tak pernah sampai padamu


Ku nyanyikan sebuah lagu


Saat aku kehilanganmu


Coba 'tuk iringi kepergianmu (kepergianmu)


Agar engkau tahu bahwa rasaku, hatiku


Semua kisah yang kutulis bersamamu


Setiap detik yang kuhabiskan denganmu


Setiap memori yang terukir namamu


Ah, kini berakhir pilu


DENOTASI: Pada bait "mencoba untuk berlabuh relakan tubuh" Kata "berlabuh" disini bisa diartikan sebagai move on atau menerima kenyataan bahwa harus berpisah

KONOTASI: Walaupun lagu ini berkisah tentang kisah cinta remaja namun lirik nya bisa berartikan perpisahan pada sahabat maupun keluarga

MITOS: Setiap pertemuan selalu pasti ada perpisahan 


KESIMPULAN

"Pilu" Sebuah lagu tentang perjalanan mengenal cinta. Dengan setting kehidupan anak remaja yang baru saja masuk ke lingkungan yang sedikit lebih dewasa dari sebelumnya, bertemu dengan seseorang yang spesial, merasakan suatu perasaan yang tidak biasa namun belum tahu itu apa, itulah cinta, setidaknya bagi mereka yang masih terlalu belia untuk mengalaminya.Dalam lagu ini kita bisa melihat perspektif dari teori semiotika menurut Ronald Barthes yaitu mengenai denotasi, konotasi dan mitos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Warna

Perkenalan diri